Yuk Buruan Akses Link Alternatif kami yang baru ya hanya di www.rintihanku.net
Poker Indonesia Terpercaya
Togel Online Indonesia Terpercaya
Poker Online Terpercaya
Agen Judi Taruhan Bola Online Terbesar Terpercaya
Poker Indonesia Terpercaya
Poker Online Terpercaya
Poker Indonesia Terpercaya
Poker Online Terpercaya
Poker Indonesia Terpercaya
Situs Domino99
Situs DominoQQ
Situs BandarQ
BandarQ Online
Situs Poker
Yuk Buruan Akses Link Alternatif kami yang baru ya hanya di www.rintihanku.net
Home / CERITA DEWASA 18+ / Cerita Dewasa Menyicipi Surga Kenikmatan Seorang Ibu Muda Cantik

Cerita Dewasa Menyicipi Surga Kenikmatan Seorang Ibu Muda Cantik

agen sabung ayam online indonesiaagen judi slot games online

cerita-sex-surga-ibu-muda-cantikCerita Dewasa Menyicipi Surga Kenikmatan Seorang Ibu Muda Cantik. Sebagai seorang ibu muda, kehidupan Nana amatlah sangat monoton, tdk ada yg menonjol. Hari-harinya dilalui untuk merawat dan mengasuh kedua anaknya yg lucu-lucu. Sedangkan suaminya adalah seorang eksekutif di sebuah perusahaan yg bonafit di Jakarta. Nana adalah seorang ibu rumah tangga yg berumur 28 tahun, ia amat memperhatikan perawatan dan kecantikan tubuhnya, sesuai anjuran dari ibunya sejak ia remaja.
Selain memiliki wajah yg cantik dan ditunjang dengan bentuk tubuh yg ramping dan kulit yg putih, Nana amat memperhatikan penampilannya. Ia tdk ingin suaminya Rudi akan berpaling kepada wanita lain, hanya dengan alasan klasik yaitu kecantikan dan penampilannya sebagai istri.
Di rumahnya yg terbilang megah, Nana menghabiskan waktu ikut senam dan kebugaran. Namun akhir-akhir ini, Rudi amat sibuk dengan pekerjaan kantornya, sehingga membutuhkan perhatian dan kerja extra, hampir tdk ada waktu luang bagi Rudi untuk bermesraan dan berlibur dengan anak-anaknya. Dengan menanjaknya karir Rudi karena dia diangkatnya sebagai manager baru di daerah baru di kawasan timur Indonesia, dengan sendirinya Rudi mengajak pindah keluarganya ke daerah itu.
Cereita Sex Terbaru | Di daerah baru itu Rudi menempati sebuah rumah dinas yg amat megah dan luas. Di rumah dinasnya itu telah tersedia segala perabotan dan kendaraan yg dibutuhkan oleh Rudi sekeluarga, juga telah ada seorang pembantu dan tukang kebun yg merangkap satpam di rumah itu.
Seperti bisanya, Rudi terus larut dengan kesibukannya dengan kunjungan ke daerah yg merupakan daerah kepulauan itu, dan perjalanannya memakan waktu 1 sampai 2 minggu. Tdk heran jika Nana sering tinggal di rumah dan sangat khawatir akan keselamatan Rudi.
Kehidupan rumah tangga mereka yg telah berjalan kurang lebih 8 tahun telah mereka lalui dengan penuh kemesraan dan keserasian, sehingga membuat iri teman-teman Rudi. Rudi tdk melupakan kehidupan sex dan rutin menjaga kemesraanya dengan Nana.
Tetapi sayangnya, karena pengaruh kehidupan kota yg egois sering membuat kedua pembantunya tersinggung.
Bagaimanapun Nana adalah seorang wanita yg dibesarkan di dalam lingkungan keluarga berada dan segala keinginannya selalu didapatkan, begitu juga dengan Rudi yg memiliki latar belakang yg sama. Rudi sering menghardik Pak Krisna tukang kebunnya. Pak Krisna adalah tukang kebun di rumah itu telah lama bekerja, tdk pernah ia diremehkan oleh majikannya terdahulu, tdk seperti Rudi dan Nana yg sering memandang rendah kepadanya.
Kalau dilihat, usia Pak Krisna seusia orangtua Rudi yg telah berumur 68 tahun dan Pak Krisna adalah juga penduduk asli di daerah itu. Masa mudanya Pak Krisna amat ditakuti oleh masyarakat sekitarnya, dulunya ia adalah seorang penjahat dan gembong rampok yg memiliki ilmu yg tinggi dan sudah beberapa kali keluar masuk penjara di daerah itu, tdk heran hampir seluruh badannya dipenuhi tato.
Suatu hari Rudi dan Nana pergi ke sebuah pusat perbelanjaan dan pulangnya ia mendapati Pak Krisna sedang tidur, sehingga pintu pagar rumah itu tdk ada yg membuka. Setelah digedor beberapa kali, akhirnya Pak Krisna bangun.
Dengan kasar dan marah-marah, Nana memaki-maki Pak Krisna, “Dasar tua bangka, malas, apa saja kerja kamu hah..?” sengit Nana yg disaksikan Rudi dari atas mobilnya.
“Maaf Nya, saya tertidur, sekali lagi maafkan saya Nya.” kata Krisna memohon.
“Cih..” Nana meludahi wajah Krisna lalu berlalu.
“Kamu tak perlu diberi maaf, kamu kerja saya gaji, masa masih malas..?” sahut Nana berlalu dari hadapan Krisna.
Pak Krisna hanya menunduk dan merasakan amat pedih di dadanya dihina dan direndahkan oleh kedua suami istri itu. Lalu timbullah pikiran jahat di dalam hatinya, padahal ia telah lama berusaha untuk selalu berbuat benar dan lurus.
Bagaimanapun naluri jahat dalam dirinya kembali muncul, ia akan membalas perlakuan Rudi dan Nana itu yg telah kelewatan. Ia tahu, Rudi sering ke luar kota untuk saat yg lama, sedang Nana tinggal di rumah itu dengan kedua anaknya. Ia ingin Nana bertekuk lutut minta belas kasihan kepadanya. Bagaimanapun usianya saat ini, ia masih mampu untuk menaklukkan wanita, ditunjang dengan ilmu mistis yg dimilikinya.
Ia tahu, Nana pun pada saat-saat tertentu pasti membutuhkan kemesraan dari Rudi. Pak Krisna amat berpengalaman dalam soal sex, ia tahu Nana termasuk dalam katagori wanita yg tdk dapat menahan nafsu, apalagi jika sering ditinggal suaminya beberapa hari.
Pada hari itu Rudi berangkat ke daerah untuk meninjau proyek yg ia tangani di sebuah pulau yg memakan waktu beberapa hari. Saat itulah yg dinanti-nanti Pak Krisna. Di kamarnya ia telah menyiapkan beberapa sesajen untuk mengadakan ritual memantapkan ajian pemikat yg ia miliki. Saat itu Nana di kamarnya yg luas yg dilengkapi AC yg bersuhu dingin itu amat kedinginan, gairah nafsunya menghentak-hentak, padahal sebelum berangkat Rudi telah menyirami batin Nana dengan beberapa ronde, namun aneh saat itu ia ingin kembali mengulanginya.
Kemudian Nana berjalan ke luar kamarnya, terlihat tubuh mulusnya terbungkus baju tidur sutra yg halus, sehingga lekuk tubuhnya yg indah itu terbentuk. Ia melihat ke sekeliling ruang rumahnya, semua sudah tidur dan hanya ia yg masih bangun. Ingin rasanya ia bermasturbasi, namun ia sadar tdk akan memuaskannya, Nana berpikir keras untuk meredam nafsunya itu.
Semakin malam hari semakin dingin, dan begitu juga nafsunya ingin disalurkan, namun kepada siapa? Sedang Rudi saat ini masih berada di luar kota. Di kamarnya Pak Krisna terus mengadakan ritual mistis, ia ingin agar Nana benar-benar datang minta belas kasian kepadanya.
Pak Krisna sudah tdk dapat lagi menahan nafsu dendamnya kepada Rudi dan Nana, meskipun selama ini ia sering melihat Nana yg cantik dan menggairahkan itu dalam kamar dan rumahnya, namun PAk Krisna selalu dapat mengatasinya. Secara lahiriah ia akui Nana amat menggoda gairahnya, namun pikiran itu ia buang jauh-jauh, ia tdk ingin membuat masalah. Sebenarnya dari dulu ia dapat saja memelet Nana dan ia gauli sesukanya, namun karena tindakan Rudi dan Nana amat kelewatan, maka ia tdk dapat menahan lagi untuk melakukan itu sekarang.
Kemudian Nana menuruni anak tangga rumahnya dan berjalan ke ruang tamunya. Di luar hari mulai hujan dan diiringi petir. Lalu ia berjalan ke kamar pembantunya (Mbok Ijah), namun Mbok Ijah telah tidur. Kamar Pak Krisna terletak di samping garasi rumah itu. Lalu Nana berjalan ke arah kamar Pak Krisna.
Tiba-tiba pintu kamar Pak Krisna terbuka, saat itu Nana sempat mencium aroma menyan yg dibakar Pak Krisna saat itu. Dalam kamarnya Pak Krisna memanggil Nana dengan suara serak, Pak Krisna saat itu telah tahu bahwa Nana akan mendatanginya. Nana melihat ke dalam kamar itu, ia melihat di kamar itu hanya diterangi lampu 5 watt, sehingga samar-samar ia melihat Pak Krisna duduk bersila di lantai kamar.
“Nana.., masuk..! Duduklah Nana..!” kata Pak Krisna serak.
Lalu Nana berjongkok dan duduk di atas karpet merah yg telah disediakan Pak Krisna. Sambil komat kamit, Pak Krisna memerintahkan Nana untuk memandang matanya.
“Nah, pandanglah mata saya Nana..!” kata Krisna lagi.
Inilah kesalahan fatal bagi Nana, ia menatap mata Pak Krisna.
Lalu Pak Krisna yg saat itu hanya mengenakan sarung, berdiri dan berjalan ke arah pintu untuk menguncinya dari dalam. Nana yg telah terpaku oleh pengaruh Pak Krisna hanya duduk diam, nafasnya nampak naik turun karena gairah nafsunya amat menghentak-hentak kepalanya. Dari baju tidur sutra tipis itu tampak kulit tubuh Nana yg amat menggoda selain akibat dari warna lampu 5 watt yg juga mempengaruhi kecantikan Nana.
Pak Krisna lalu berjalan ke arah belakang badan Nana. Tangannya langsung meraih jemari Nana. Sambil memeluk dari belakang, ia menciumi tengkuk yg berbulu halus itu dengan syahdu. Mata Nana hanya merem melek menikmati sentuhan Pak Krisna yg nota bene adalah pembantunya itu. Selama ia berada di daerah itu, ia belum sekali pun menginjakkan kakinya ke kamar Pak Krisna, namun karena pengaruh pelet dari Pak Krisna membuat ia mendatangi kamar itu.
Masih dari belakang tubuh Nana, Pak Krisna lalu meraih kedua payudara Nana yg terbungkus baju tidur itu. Tangan Pak Krisna meremas dan memilin bukit ranum itu. Lalu mulutnya ia gesekkan ke depan dan dikulumnya bibir Nana yg merah jambu itu. Di bibir itu Pak Krisna mencari-cari lidah Nana, dengan napasnya ia menghirup lidah Nana hingga Nana merasa sesak napas.
Tangan Pak Krisna tdk mau kalah, dari dada Nana tangan itu terus turun ke paha dan terus bergeser ke arah pangkal paha Nana. Baju tidur itu ia singkapkan sehingga paha mulus itu jelas, dan Nana masih memakai celana dalam putih tipis. Jari PAk Krisna lalu bermain di dalam rongga kemaluan Nana dan mengorek isi memeknya.
Masih di atas karpet merah itu, terlihat sangat kontras sekali tubuh putih mulus Nana yg mengenakan baju sutra tipis itu duduk bersila. Lalu Krisna membuka kedua tali yg menahan baju itu dari bahu Nana, sehingga baju itu terlepas ke bawah dan terpampang bahu putih serta payudara yg masih tertutuo BH 34C milik Nana. Baju itu ia turunkan terus dan lalu tali BH itu ia buka pengaitnya dari belakang, sehingga kedua bukit salju Nana terlihat jelas.
Dengan mulutnya, kedua puting berwarna merah jambu pada bukit indah itu dijilat inci demi inci oleh Pak Krisna dengan rakus. Sesekali ia gigit dengan lembut, sehingga menambah kenikmatan dan sensasi tersendiri bagi Nana. Dari mulut Nana hanya terdengar dengusan kenikmatan ingin permainan itu diteruskan cepat-cepat oleh Pak Krisna. Pak Krisna yg telah berpengalaman itu pun tahu titik kelemahan Nana, ia terus memancing setiap inci dari tubuh Nana dengan lidahnya.
Lalu Pak Krisna membuka celana dalam Nana, dan terlihat liang kenikmatan Nana yg masih rapat itu. Meskipun Nana telah melahirkan, namun liang memeknya masih rapat, itu karena saat melahirkan ia melakukan bedah caesar, sehingga tdk mempengaruhi bentuk memeknya. Ia juga rajin olah kebugaran hingga perutnya tetap rata.
Lalu Pak Krisna menggeser mulutnya ke bawah pusar Nana dan berhenti di lubang yg ditutup oleh bulu halus terawat itu. Lubang memek Nana diobok-obok dengan lidahnya sehingga mengeluarkan bau yg khas yg memancing gairah Pak Krisna.
Kemudian Pak Krisna mengambil posisi membelakangi Nana dan ia mengarahkan K0ntolnya yg panjang seperti pisang Flores itu ke mulut Nana. Di bibir Nana K0ntol itu masuk, Nana menerima kepala K0ntol itu dan mengulumnya hingga tuntas dan terus dikocok hingga kepala K0ntol yg telah lama tdk dipakai itu menghitam dan memuntahkan larvanya karena dikocok oleh mulut Nana selama 15 menit. Sempat Nana menelan sperma Pak Krisna dan ia terus menjilati kepala baja hitam itu. Pak Krisna pun terus memanjakan lubang memek Nana berulang-ulang, ia tdk perduli Nana telah beberapa kali orgasme dengan adanya lonjakan-lonjakan panjang pada tubuh Nana.
Tdk lama Pak Krisna merubah posisinya, ia saat itu berhadap-hadapan dengan Nana yg masih terbaring di atas karpet tebal kamar itu. Dengan tangannya Pak Krisna memasuki lubang Nana, ia mengorek terus kemaluan Nana. Nana hanya meregang menahan geli dan nafsu, sedang tubuh putih mulus itu telah basah bersimbah keringat karena permainan permulaan itu.
Ketika Pak Krisna mersa yakin kalau Nana telah terbangkitkan nafsunya, lalu ia membuka kedua kaki Nana dan meletakkan bantal. Ia tdk ingin penetrasi yg diinginkannya itu gagal, ia telah lama memimpikan saat ini. Sesekali tangannya meraih payudara yg mulai tegak memerah itu. Kepala Nana hanya menggeleng-geleng dan menarik kepalanya menahan nikmat yg menjalari lubang kewanitaanya. Lalu Pak Krisna membuka kaki Nana dan lubang itu jelas terlihat, ia mengangkangkan kaki Nana dan K0ntol yg telah tegak menghitam itu terarah ke lubang memek Nana.
Saat baru saja kepala baja itu masuk, ada rasa nyeri pada diri Nana.
“Aauu..! Nyilu Pak..!” kata Nana.
“Diam dulu Nana.., hanya sebentar..!” kata Pak Krisna.
Lalu Krisna mendorong seluruh batang kejantanannya masuk ke dalam lubang kewanitaan Nana. Ia menggenjot terus tanpa menghiraukan keluhan dan rasa nyeri pada lubang Nana, namun Nana menuruti setiap gerakan Pak Krisna yg maju mundur dalam lubang memek itu.
Keringat kembali membasahi tubuh kedua mahkluk berlainan suku itu. Di antara kedua kaki Nana tampak kaki Pak Krisna terus bertumpu menahan gerakan pinggulnya yg maju mundur. Kedua kaki Nana terus menerjang ke kiri dan kanan, ia merasakan kenikmatan yg amat dalam, sementara kedua tangan Nana mencari-cari pegangan. Lalu ia bertumpu pada bahu Pak Krisna, ia sempat mencengkram bahu Pak Krisna karena merasakan nikmat yg tdk terhingga.
Gerakan K0ntol Pak Krisna terus mengaduk-aduk lubang kewanitaan Nana, maju mundur. Meskipun telah berusia senja, Pak Krisna masih memiliki kemampuan untuk berhubungan sex dengan wanita, tenaganya tdk kalah dengan Rudi. Di dalam kepala Pak Krisna saat itu adalah terus menggenjot Nana hingga Nana beberapa kali orgasme. Ia amat sakit hati diperlakukan Nana dan Rudi, dengan cara itulah ia membalasnya.
Nana terus digenjot Pak Krisna, tulang berulangnya serasa dilolosi Pak Krisna. Permainan sex itu telah berlangsung 28 menit, namun Pak Krisna belum juga memuntahkan maninya, ia terus melakukan gerakan berputar-putar pada saat K0ntolnya masih dalam lubang Nana. Lalu ia memegang kedua tangan Nana, dan mulutnya terus berada di atas puting susu Nana. Pada akhirnya, setelah 36 menit ia menggenjot, barulah mani Pak Krisna tumpah di dalam lubang memek Nana sebanyak-banyaknya, sedang K0ntol besar itu masih terus tertanam di dalam lubang kemaluan Nana.
Nana amat puas, belum pernah rasanya ia merasakan kepuasan yg seperti itu selama ia berhubungan sex dengan Rudi. Namun belum apa-apa dibanding Pak Krisna, Pak Krisna amat pandai mengatur tempo permainan, sedang Rudi yg juga memiliki segudang cara dalam bersenggama tetap jauh tertinggal dari Pak Krisna ini.
Menjelang pagi Pak Krisna terus mempermainkan nafsu dan gairah Nana sampai 3 kali. Saat itu cuaca pun amat berpihak pada Pak Krisna, selain hujan badai di luar rumah, pembantu dan anak Nana tdk terbangun, inilah yg amat menggembirakan Pak Krisna. Setelah subuh barulah Nana bangun dari karpet itu dan kembali memakai celana dalam dan BH-nya, lalu ia pasangkan baju tidurnya tadi. Terlihat keletihan yg mendalam pada wajah Nana. Ia keluar dari kamar Pak Krisna dan naik ke kamarnya di lantai atas, lalu ia membersihkan badan dan mandi, masih ada sisa-sisa sperma Pak Krisna pada bibir dan pada kedua pahanya.
Sejak saat itu hubungan Nana dan Pak Krisna semakin intim saat Rudi tdk ada di rumah. Mereka berdua terus mengayuh biduk kemesraan di kamar Pak Krisna atau di ranjang Nana dan Rudi. Pak Krisna selalu melakukan ‘aji penglimunan’, sehingga seluruh penghuni rumah itu tertidur kecuali Nana dan dirinya.
Pak Krisna pun jika sedang berhasrat untuk melakukan hub sex akan memanggil Nana dengan caranya. Pernah saat Rudi sedang ada di rumah, sedangkan gairahnya menghentak-hentak, maka dengan melafazkan mantranya Nana datang ke kamarnya, dan saat itu ia menuntaskan nafsunya ke tubuh Nana.
Bagaimanapun saat itu Nana ada dalam gengamannya dan ia pun tdk menginginkan perkawinan Nana dan Rudi hancur, maka Pak Krisna pandai-pandai mengatur saat-saat kebersamaannya dengan Nana. Nana pun menurut kepada perintah Pak Krisna. Pak Krisna amat menjaga rahasia ini.
Sejak itu pun setiap atau apapun keinginan Pak Krisna baik tubuh atau segi keuangan selalu terpenuhi, ia tinggal meminta kepada Nana. Pak Krisna saat itu memang sudah uzur, namun ia amat pandai mengatur siasat untuk mendapatkan apa yg ia inginkan. Nana pun terus melayani Rudi suaminya sebagai mana biasa, tdk ada keganjilan yg ditangkap Rudi.
Pak Krisna mengetahui Nana tdk dapat melepaskan diri dari pengaruh peletnya, Rudi pun secara tdk langsung telah masuk ke dalam genggamannya. Secara logika Pak Krisna memanglah seorang pria yg dilahirkan dengan kemampuan sex yg luar biasa, saat jadi penjahat dulu tdk sedikit wanita baik-baik dan pelacur yg digaulinya. Hingga saat ini pun Nana masih terus digauli Pak Krisna sesukanya, tdk memandang tempat dan waktu, yg pasti adalah ketika Rudi tdk di rumah.

loading...

About Christine Valencia

Rintihanku.com - Pusatnya Cerita Dewasa , Video Dewasa Dan Informasi Seputar Dunia Malam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


Hokibet'

Cerita Dewasa
Cerita Dewasa
X Banner