Yuk Buruan Akses Link Alternatif kami yang baru ya hanya di www.rintihanku.net
Poker Indonesia Terpercaya
Togel Online Indonesia Terpercaya
Poker Online Terpercaya
Agen Judi Taruhan Bola Online Terbesar Terpercaya
Poker Indonesia Terpercaya
Poker Online Terpercaya
Poker Indonesia Terpercaya
Poker Online Terpercaya
Poker Indonesia Terpercaya
Situs Domino99
Situs DominoQQ
Situs BandarQ
BandarQ Online
Situs Poker
Yuk Buruan Akses Link Alternatif kami yang baru ya hanya di www.rintihanku.net
Home / CERITA DEWASA 18+ / Cerita Dewasa Menikmati Tubuh Seksi Istri Pegawaiku

Cerita Dewasa Menikmati Tubuh Seksi Istri Pegawaiku

agen sabung ayam online indonesiaagen judi slot games online

istriCerita Dewasa Menikmati Tubuh Seksi Istri Pegawaiku. Hari itu salah seorang direktur perusahaan, Pak Martin, sedang mengadakan resepsi pernikahan anaknya di sebuah hotel bintang lima di kawasan Senayan. Tentu saja aqupun diundang, dan malam itu aqupun meluncur menuju tempat resepsi diadakan.

Aku pergi bersama dengan Johnson, kawanku waktu kuHanah di Amerika dahulu. Sesampainya di hotel Terlihat para tamu sebagian besar membawa pasangannya sendiri-sendiri. Iri juga melihat mereka dikawani oleh pasangan dan anak mereka, sedangkan aqu, karena masih bujangan, dikawani oleh si bule ini.

“Selamat malam Pak..” sapa seseorang agak mengagetkanku. Aqu menoleh, ternyata Hana sekretarisku yang menyapaqu. Dia datang bersama pacarnya. Terlihat sexy dan cantik sekali dia malam itu, disamping juga anggun. Berbeda sekali jika dibandingkan saat aqu sedang menikmati tubuhnya,.. Liar dan nakal. Dengan gaun malam yang berdada rendah, belahan payudaranya yang besar Terlihat menggoda.
“Malam Hana” balasku. Mata Johnson tak henti-hentinya menatap Hana, dengan pandangan kagum. Hana hanya tersenyum manis saja dilihat dengan penuh gairah seperti itu. Terlihat dia menjaga tingkah laqunya, karena pacarnya berada di sampingnya.
Kitapun lalu berbincang-bincang sekedarnya. Lalu aqupun permisi hendak menyapa para tamu lain yang datang, terutama para klienku.
“Malam Pak Albert..” seorang wanita cantik tiba-tiba menyapaqu. Dia adalah Vesya, pasangan dari Pak Burhan, manajer keuangan di kantorku. Mereka baru menikah sekitar tiga bulan yang lalu.
“Oh Vesya.. Malam” kataqu
“Pak Burhan dimana?”
“Sedang ke restroom.. Sendirian aja Pak?” tanyanya.
“Sama kawan” jawabku sambil memandangi dia yang malam itu Terlihat cantik dengan gaun malamnya dengan anggun. Belahan gaunnya yang tinggi memamerkan pahanya yang putih menggoda. Dadanya walaupun tak sebesar Hana, Terlihat membusung menantang.
“Makanya, cari pasangan dong Pak.. Biar ada yang nemenin” katanya sambil tersenyum manis.
“Belom ada yang mau nih”
“Ahh.. Bapak bisa saja.. Pasti banyak banget cewek yang mau sama bapak.. Kalau belom menikah saya juga mau lho..” jawabnya menggoda.
Memang Vesya ini raVesya punya perasaan tertentu padaqu. Terlihat dari gaya bicaranya dan gaya dia memandangku.
“Oh.. Kalau saya sih mau lho sama kamu biarpun kamu sudah menikah” kataqu sambil menatap wajahnya yang cantik.
“Ah.. Pak Albert.. Bisa aja..” jawabnya sambil tersipu malu.
“Bener lho mau aqu buktiin?” godaqu
“Janganlah Pak.. Nanti kalau ketahuan pasanganku bisa gawat” jawabnya perlahan sambil tersenyum.
“Kalau nggak ketahuan gimana.. Nggak apa khan?” godaku lagi.
Vesya Terlihat tersipu malu. Wah.. Aqu mendapat angin nih.. Memang aqu sejak berkenalan dengan Vesya beberapa bulan yang lalu sudah membayangkan nikmatnya menyetubuhi wanita ini. Dengan kulit putih, khas orang Bandung, rambut sedikit ikal sebahu, bibir tipis, dan masih muda lagi. Dia baru berumur 24 tahunan.
“Gimana nih setelah nikah.. Enak nggak? Pasti masih hot y.
“Godaqu lagi.
“Biasa aja kok Pak.. Kadang enak.. Kadang nggak.. Tergantung moodnya” jawabnya lirih.
Dari jawabannya aqu punya dugaan bahwa Pak Burhan ini tidak begitu memuaskannya di atas tempat tidur. Mungkin karena usia Pak Burhan yang sudah berumur dibandingkan dengan dirinya yang masih penuh gairah hasrat seksual wanita muda. Pasti jarang sekali dia mengalami klimaks. Uh.. Kasihan sekali pikirku.
Tak lama Pak Burhanpun datang dari kejauhan.
“Wah.. Pak Burhan.. Punya pasangan cantik begini kok ditinggal sendiri” kataqu menggoda.
Vesya Terlihat senang aqu puji seperti itu. Terlihat dari tatapan matanya yang haus akan kehangatan laki-laki tulen seperti aqu ini.
“Iya Pak.. Habis dari belakang nih” jawabnya. Tatapan matanya Terlihat curiga melihat aqu sedang mengobrol dengan pasangannya yang jelita itu. Mungkin dia sudah dengar kabar akan ke-playboyanku di kantor.
“Ok saya tinggal dulu ya Pak Burhan.. Vesya” kataqu lagi sambil ngeloyor pergi menuju tempat hidangan.
Aqupun mengambil hidangan dan menyantapnya nikmat. Maklum perutku sudah keroncongan, terlalu banyak basa-basi dengan para tamu tamu tadi. Kulihat si Johnson masih ngobrol dengan Hana dan pacarnya.
Ketika aqu mencari Vesya dengan pandanganku, dia juga sedang mencuri pandang padaqu sambil tersenyum. Pak Burhan Terlihat sedang mengobrol dengan tamu yang lain. Memang payah juga bapak yang satu ini, tidak bisa membahagiakan pasangannya.
Vesya kemudian berjalan mengambil hidangan, dan aqupun pura-pura menambah hidanganku.
“Ves.. Kita terusin ngobrolnya di luar yuk” ajakku berbisik padanya
“Nanti saya dicari pasangan saya gimana Pak..”
“Bilang aja kamu sakit perut.. Perlu ke toilet. Aqu tunggu di luar ya”.
“Kataqu sambil menahan gairah melihat lehernya yang putih jenjang, dan lengannya yang berbulu halus
Tak lama Vesyapun keluar ruangan resepsi menyusulku. Kitapun pergi ke lantai di atas, dan menuju toilet. Aqu berencana untuk bermesraan dengan dia di Vesa. Kebetulan aqu tahu suaVesanya pasti sepi. Sebelom sampai di toilet, ada sebuah ruangan kosong, sebuah meeting room, yang terbuka. Wah kebetulan nih, pikirku. Kutarik Vesya ke dalam dan kututup pintunya.
Tanpa basa-basi lagi, aqu cium bibirnya yang indah itu. Vesyapun membalas bergairah. Tangankupun bergerak merambahi payudaranya, sedangkan tanganku yang satu mencari kaitan retsleting di belakang tubuhnya. Kulepas gaunnya sebagian sehingga Terlihat payudaranya yang ranum hanya tertutup BH mungil berwarna krem. Kuciumi leher Vesya yang jenjang itu, dan kusibakkan cup BHnya kebawah sehingga payudaranya mencuat keluar. Langsung kujilati dengan rakus payudara itu, aqu kenyot dan aqu permainkan putingnya yang sudah mengeras dengan lidahku.
“Oh.. Pak Albertt..” desah Vesya sambil menggeliat.
“Enak Ves..”
“Enak Pak.. Terus Pak..” desahnya lirih.
Tangankupun meraba pahanya yang mulus, dan sampai pada celana dalamnya. Terlihat Vesya sudah begitu bergairah sehingga celananya sudah lembab oleh cairan kewanitaannya.
Vesyapun kemudian tak sabar dan membuka kancing kemeja batikku. Dicium dan dijilatinya putingku.. Lalu terus ke bawah ke perutku. Kemudian dia berlutut dan dibukanya retsleting celanaqu, dan tangannya yang lentik berbulu halus itu merogoh ke dalam mengeluarkan kemaluanku dari celana dalamnya. Memang kita sengaja tidak mau telanjang bulat karena kondisi yang tidak memungkinkan.
“Ohh.. Besar sekali Pak Albert.. Vesya suka..” katanya sambil mengagumi kemaluanku dari dekat.
“Memang punya pasanganmu seberapa?” tanyaqu tersenyum menggoda.
“Mungkin cuma separuhnya Pak Albert.. Oh.. Vesya suka..” katanya tak melanjutkan lagi jawabannya karena mulutnya yang mungil itu sudah mengulum kemaluanku.
“Enak Pak?” tanyanya sambil melirik nakal kepadaqu. Tangannya sibuk meremas-remas buah kemaluanku sementara lidahnya menjilati batang kemaluanku.
“Enak sayang.. Ayo isap lagi” jawabku menahan rasa nikmat yang menjalar hebat.
Dikulumnya lagi kemaluanku, sementara kedua tangannya meremas-remas bokongku. Vesgat sexy sekali melihat pemandangan itu. Seorang wanita cantik yang sudah berpasangan, bertubuh padat, sedang berlutut didepanku dengan pipi yang menggelembung mengkenyot kemaluanku. Terlebih ketika kemaluanku keluar dari mulutnya, tanpa menggunakan tangannya dan hanya menggerakkan kepalanya mengikuti gerak kemaluanku, Vesya mengulumnya kembali.
“Hm.. Kemaluan bapak enak banget.. Vesya suka kemaluan yang besar begini” desahnya.
Tiba-tiba terdengar bunyi handphone. Vesyapun menghentikan isapannya.
“Iya Mas.. Ada apa?” jawabnya.
“Lho Mas udah pikun ya.. Khan Vesya tadi usah bilang.. Vesya mau ke toilet.. Sakit perut.. Gimana sih” Vesya berbicara kepada pasangannya yang tak sabar menunggu. Sementara tangan Vesya yang satu tetap meraba dan mengocok kemaluan ataVes pasangannya ini.
“Iya Mas.. Mungkin salah makan nih.. Sebentar lagi Mas.. Sabar ya..”
Kemudian Terlihat pasangannya berbicara agak panjang di telpon, sehingga waktu tersebut digunakan Vesya untuk kembali mengulum kemaluanku sementara tangannya masih memegang handphonenya.
“Iya Mas.. Vesya juga cinta sama Mas..” katanya sambil menutup telponnya.
“Pasanganku sudah nunggu. Tapi biarin aja deh dia nunggu agak lama, soalnya Vesya pengin puas dulu”. Sambil tersenyum nakal Vesya kembali menjilati kemaluanku.
Aqu sudah ingin menikmati kehangatan tubuh wanita pasangan bawahanku ini. Kutarik tangannya agar berdiri, dan aqupun tiduran di atas meja meeting di ruangan itu.
Tanpa perlu dikomando lagi Vesya menaiki tubuhku dan menyibak gaun dan celana dalamnya sehingga kemaluannya tepat berada di atas kemaluanku yang sudah menjulang menahan gairah.
Vesya kemudian menurunkan tubuhnya sehingga kemaluankupun menerobos Lubang kemaluannya yang masih sempit itu.
“Oh.. My god..” jeritnya tertahan.
Kupegang pinggangnya dan kemudian aqu naik-turunkan sehingga kemaluanku maju mundur menjelajahi Lubang nikmat pasangan cantik Pak Burhan ini. Kemudian tanganku bergerak meremas payudaranya yang bergerak saat Vesya bergerak naik turun di atas tubuhku. Sesekali kutarik badannya sehingga payudaranya bergerak ke depan wajahku untuk kemudian aqu kenyot dengan gemas.
“Ohh Pak Albertt.. Bapak memang jantan..” desahnya
“Ayo Pak.. Puaskan Vesya Pak..” Vesya berkata sambil menggerak-gerakkan badannya maju mundur di atas kemaluanku. Setelah itu dia kembali menggerakkan badannya naik turun mengejar kepuaVes bercinta yang tak didapatkan dari pasangannya.
Setelah beberapa menit aqu turunkan tubuhnya dan aqu suruh dia menungging sambil berpegangan pada tepian meja. Aqu sibakkan gaunnya, dan Terlihat bokongnya yang putih menggairahkan hanya tertutup oleh celana dalam yang sudah tersibak kesamping. Kuarahkan kemaluanku ke kemaluannya, dan langsung kugenjot dia, sambil tanganku meremas-remas rambutnya yang ikal itu.

“Kamu suka Ves?” kataqu sambil menarik rambutnya ke belakang.
“Suka Pak.. Albert.. Suka..”
“Pasanganmu memang nggak bisa ya”
“Dia lemah Pak.. Oh.. God.. Enak Pak.. Ohh”
“Ayo bilang.. Kamu lebih suka ngentotin pasanganmu atau aqu” tanyaqu sambil mencium wajahnya yang mendongak ke belakang karena rambutnya aqu tarik.
“Vesya lebih suka dientotin Pak Albert.. Pak Albert jantan.. Pasanganku lemah.. Ohh.. God..” jawabnya.
“Kamu suka kemaluan besar ya?” tanyaqu lagi
“Iya Pak.. Oh.. Terus Pak.. Punya pasanganku kecil Pak.. Oh yeah.. Pak Albert besar.. Ohh yeah oh.. God. Pasanganku jelek.. Pak Albert ganteng. Oh god. Enakhh..” Vesya mulai meracau kenikmatan.
“Oh.. Pak.. Vesya hampir sampai Pak.. Ayo Pak puaskan Vesya Pak..” jeritnya.
“Tentu sayang.. Aqu bukan pasanganmu yang lemah itu..” jawabku sambil terus mengenjot dia dari belakang. Tangankupun sibuk meremas-remas payudaranya yang bergerak menggemaskan.
“Ahh.. Vesya sampai Pak..” Vesya melenguh ketika gelombang klimaks menerpanya.
Aqupun hampir sampai. Kemaluanku sudah berdenyut-denyut ingin mengeluarkan laharnya. Kutarik tubuh Vesya hingga dia kembali berlutut di depanku. Kukocok-kocok kemaluanku dan tak lama tersemburlah spermaqu ke wajahnya yang cantik. Kuoles-oleskan sisa-sisa cairan dari kemaluanku ke seluruh wajahnya. Kemudian Vesyapun mengulum dan menjilati kemaluanku hingga bersih.
“Terimakasih Pak Albert.. Vesya puas sekali” katanya saat dia membersihkan wajahnya dengan tisu.
“Sama-sama Vesya. Saya hanya berniat membantu kok” jawabku sambil bergegas membetulkan pakaianku kembali.
“Ngomong-ngomong, kamu pintar sekali blowjob ya? Sering latihan?” tanyaqu.
“Vesya sering lihat di VCD aja Pak. Kalau sama pasangan sih jarang Vesya mau begitu. Habis nggak gairah sih lihatnya”
Wah.. Kasihan juga Pak Burhan, pikirku geli. Malah aqu yang dapat menikmati enaknya dioral oleh pasangannya yang cantik jelita itu.
“Kapan kita bisa melaqukan lagi Pak” kata Vesya mengharap ketika kita keluar ruangan meeting itu.
“Gimana kalau minggu depan aqu suruh pasanganmu ke luar kota jadi kita bisa bebas bersama?”
“Hihihi.. Ide bagus tuh Pak.. Janji ya” Vesya Terlihat gembira mendengarnya.
Kitapun kembali ke ruangan resepsi. Vesya aqu suruh turun terlebih dahulu, baru aqu menyusul beberapa menit kemudian. Sesampai di ruang resepsi Terlihat Johnson sedang mencari aqu.

“Hey man.. Where have you been? I’ve been looking for you”
“Sorry man.., I had to go to the restroom. I had stomachache” jawabku.
Tak lama Vesya datang bersama Pak Burhan pasangannya.
“Pak Albert, kita mau pamit dahulu.. Ini Vesya nggak enak badan.. Sakit perut katanya”
“Oh ya Pak Burhan, silakan saja. Pasangan bapak cantik harus benar-benar dirawat lho..”
Vesya Terlihat tersenyum mendengar perkataanku itu, sementara wajah Pak Burhan menunjukkan rasa curiga. He.. He.. Kasihan, pikirku. Mungkin dia akan syok berat bila tahu aqu baru saja menyetubuhi pasangannya yang cantik itu.
Tak lama aqu dan Johnson pun pulang. Sebelom pulang aqu berpapasan dengan Hana, sekretarisku. Aqu suruh dia untuk mendaftarkan Pak Burhan untuk training di Singapore. Memang baru-baru ini aqu mendapat tawaran training ke Singapore dari salah satu perusahaan. Lebih baik Pak Burhan saja yang pergi, pikirku. Toh memang dia yang mengerjakan pekerjaan itu di kantor, sedangkan aqu hanya akan menolong pasangannya yang cantik mengarungi lautan birahi selama dia pergi nanti.
Tak sabar aqu menanti minggu depan datang. Nanti akan aqu ceritakan lagi pengalamanku bersama Vesya bila saatnya tiba. Dengan tidak adanya batas waktu karena terburu-buru, tentu aqu akan lebih bisa menikmati dirinya.

loading...

About Christine Valencia

Rintihanku.com - Pusatnya Cerita Dewasa , Video Dewasa Dan Informasi Seputar Dunia Malam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


Hokibet'

Cerita Dewasa
Cerita Dewasa
X Banner